Kawalimukti, 02 Agustus 2023.
Untuk membantu program pemerintah pusat dan dunia, yaitu eliminasi TBC tahun 2030, Puskesmas Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, konsen dalam peningkatan penanggulangan dan sosialisasi TBC di wilayah kerja Puskesmas Kawalimukti dengan membentuk 68 68 (enam puluh delapan) kader khusus TBC.
Wilayah kerja Puskesmas Kawalimukti terdiri dari 6 (enam) desa, di antaranya adalah Desa Talagasari, Selasari, Margamulya, Winduraja, Purwasari, dan Citeureup.
Ke 68 (enam puluh delapan) kader TBC ini memang baru dibentuk tahun 2023. Untuk mempermudah Investigasi Kontak (IK) atau kegiatan pelacakan dan investigasi yang ditujukan pada orang-orang yang kontak dengan pasien TBC (indeks kasus) untuk menemukan terduga TBC, maka di tiap 1 dusun ada 2 kader TBC.
Saat ini, TBC masih menjadi masalah dunia meskipun upaya penanggulangan TBC sudah diterapkan di setiap negara. Indonesia merupakan salah satu negara yang menghadapi triple burden TBC, yakni TBC, TBC Resistant Obat (RO), dan TB-HIV.
Bahkan berdasarkan data Global TB Report 2021, Indonesia berada pada peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah orang dengan TBC terbanyak, setelah India dan Cina.
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang dapat menular melalui udara, dari pasien TBC ke orang-orang disekitarnya. Dalam 1 tahun, jika pasien TBC yang terkonfirmasi bakteriologis tidak diobati secara cepat, tepat dan sesuai standar, maka ia berpotensi menularkan kepada 10-15 orang di sekitarnya.
Untuk di tahun 2023, di Puskesmas Kawalimukti sendiri ada 15 orang dengan TBC SO. 13 orang masih berjalan pengobatan dan 2 orang sudah sembuh. Kemudian untuk orang dengan TBC RO ada satu orang yang masih berjalan pengobatan dari tahun 2021 akhir.
Dengan kondisi tersebut, diperlukan penemuan kasus secara aktif untuk mendeteksi secara dini dan akurat terhadap orang yang berkontak dengan sumber infeksi TBC.
Jika dalam dalam Investigasi Kontak ditemukan ada yang memiliki gejala TBC, kata Dia, maka akan dirujuk ke layanan kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan dan bila hasil diagnosanya positif TBC, akan segera diberikan pengobatan sesuai standar.
Untuk itu, Puskesmas Kawalimukti memiliki target suspek dalam satu tahun yaitu 301 suspek.
Dari target itu, maka puskesmas kawalimukti membentuk 68 (enam puluh delapan) kader TBC walaupun dengan keterbatasan anggaran yang tidak mencukupi dalam mendanai program TBC tersebut.